5 Strategi ‘Magic’ Branding Yang Sering Terlewatkan

5 Strategi ‘Magic’ Branding Yang Sering Terlewatkan

16 Agustus 2016,   By ,   0 Comments

ex5

Strategi Branding adalah siasat atau ‘resep dasar’ yang diperlukan oleh para pebisnis, terutama bagi para pebisnis pemula agar brand milik mereka bisa segera dikenal secara luas. Banyaknya orang yang semakin tertarik dalam dunia bisnis memunculkan banyaknya persaingan antar brand, sehingga siasat yang tepat pun menjadi sangat diperlukan. Namun, ada beberapa siasat dengan kekuatan yang luar biasa ‘magic’ tetapi malah sering terlewatkan.

Strategi ‘Magic’ Branding yang sering terlewatkan ini terbukti pada kesuksesan brand-brand terkenal berikut.

 

Purpose

Dibalik sebuah brand, terkandung janji dari para pemilik brand tersebut. Fokus pada tujuan dari dibentuknya sebuah brand adalah cara agar ‘janji’ tersebut bisa dibuktikan kualitasnya oleh para pelanggan. Para pemilik brand-brand sukses tahu pasti bahwa tujuan dari keberadaan brand-brand mereka bukan hanya untuk menghasilkan uang. Tetapi juga untuk melakukan aksi-aksi kebaikan yang dapat mereka lakukan melalui brand-brand yang mereka produksi.

darts-1501716_1280

Seperti pada brand IKEA Furniture yang mempunyai visi yaitu “to create a better everyday life for the many people”, pemilik brand IKEA berfokus pada tujuan untuk menepati janji mereka seperti halnya yang ada dalam visi brand mereka, yaitu menciptakan produk-produk yang lebih baik untuk kehidupan. Jadi, selain sebagai bisnis untuk menghasilkan profit, IKEA terbukti sangat mengedepankan kualitas produk mereka agar berguna untuk kehidupan yang lebih baik.

Ikea_kohoku

Consistency

Salah satu hal penting namun sering dianggap biasa saja adalah memelihara agar sebuah brand bisa tetap stabil eksistensinya. Konsisten melakukan pemeliharaan pada brand-brand yang sudah ada adalah salah satu strategi ‘magic’ untuk menjaga eksistensi dari sebuah produk untuk jangka waktu yang lebih lama.

coca-cola-1218688_1280
Coca-Cola adalah salah satu brand yang konsisten memelihara eksistensi brand mereka, dengan mempertahankan skema warna untuk logo produk mereka dan tema ‘happiness’ untuk video iklan mereka.

Emotion

Tidak semua pelanggan atau pembeli berpikir rasional ketika mereka membeli suatu brand. Kenyataannya, sebagian besar dari mereka bahkan membeli suatu brand hanya karena mereka meresakan adanya keterikatan emosi mereka dengan brand tersebut.

motorcycle-1399070_1280
Sebagai contoh motor Harley Davidson yang mencantumkan Harley Owners Group (HOG) di dalam logo brand mereka. Secara tidak langsung, pemilik brand ini ingin menarik para pembeli mereka secara emosional dengan menciptakan sebuah komunitas dari kata ‘group’ di brand mereka.

Flexibility

Jika ingin mengembangkan suatu brand, fleksibiltas sangat diperlukan untuk terus mengikuti perkembangan zaman dan permintaan pasar agar brand tetap eksis di mata para pelanggan. Fleksibel yang dimaksud disini bukan tidak konsisten, tetapi mengembangkan produk dalam berbagai gaya atau ukuran agar peminatnya pun semakin banyak.

hilo_active_tiramisu_susu_tinggi_kalsium_rendah_lemak_dewasa
Seperti halnya brand susu HiLo yang awalnya hanya memproduksi HiLo Active untuk kisaran umur 19-50, lalu menambah produksi mereka untuk remaja dengan memberi nama HiLo Teen, untuk anak-anak dengan nama HiLo School, lalu yang terbaru ada HiLo Soleha yang diperuntukkan untuk para wanita muslim.

ex3

Loyalty

Jika brand sudah dikenal dan dicintai oleh para pelanggan, ada baiknya bila memberikan reward pada pelanggan setia sebagai ucapan terima kasih atas kepercayaan mereka terhadap produk kita. Salah satunya, kita bisa memberikan kuis berhadiah seperti yang dilakukan oleh brand pencuci piring terkenal, Sunlight.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *