Avoid cliched imagery Klise

Avoid cliched imagery Klise

28 Pebruari 2015,   By ,   0 Comments

Avoid cliched imagery Klise, atau terlalu sering digunakan. Seorang profesional dalam Visual Art, Luke Sullivan mengatakan “Tiap kategori periklanan memiliki gambar klisenya tersendiri, seperti seorang kakek yang menerbangkan layang-layang bersama cucunya untuk kategori iklan asuransi, atau sekumpulan orang yang menghadap komputer untuk kategori IT”. Meskipun nampak bagus dan mampu mendukung ide yang Anda gunakan, menggunakan gambar klise tentunya akan mengurangi nilai dari iklan Anda. Terutama jika Anda menggunakan layanan stock photos, bisa Anda bayangkan sendiri, berapa banyak orang lain yang telah menggunakan foto tersebut di dalam protofolionya. Dan yang paling buruk, akan membuat Iklan Anda berkesan mainstream. Sebagai panduan, cobalah Anda seleksi beberapa iklan yang menawarkan produk yang sama ataupun memiliki ide yang mirip dengan iklan Anda. Kemudian Anda rangkum, dan gunakan daftar tersebut sebagai list gambar yang harus Anda hindari.

LEARN FROM THE BEST AND THE WORST
the-bestSenada dengan proses sebelumnya, dengan memilih atau memilah berbagai iklan dengan produk atau ide yang sama/sejenis, membuat Anda semakin peka dalam memberikan penilaian terhadap iklan. Sumber terbaik adalah iklan-iklan yang mendapat penghargaan, penghargaan terbaik ataupun terburuk. Dari sini Anda akan mendapat gambaran, bagaimana menafsirkan ide yang baik dan tidak baik(yang harus dihindari tentunya). Yang perlu diingat karya Anda haruslah tetap original. Meskipun katakanlah Anda “terinspirasi” dari iklan-iklan yang telah Anda lihat sebelumnya, namun “originalitas” haruslah menjadi fondasi dalam pembuatan iklan Anda.

DON’T FOLLOW THE STREAM
Sering kali kita terpengaruh dengan iklan yang sudah ada di pasaran, baik secara sadar atau tidak. Kecenderungan ini dikarenakan pola pikir yang menganggap lumrah tentang banyaknya iklan dengan kualitas dan teknik yang sama. Hal inilah yang membuat iklan menjadi klise, hampa, dan mudah dilupakan di pasaran. Hanya karena banyak orang melakukannya  tidak harus Anda melakukannya bukan? Karena itu, cobalah untuk tetap original dan spesial.

dont-follow

DO I HAVE TO USE PEOPLE?
Tidak ada keharusan untuk menghindari penggunaan orang sebagai subjek dalam iklan. Sebaliknya, tidak ada keharusan pula untuk menggunakannya. Namun dengan menggunakan orang sebagai subjek dalam iklan, maka Anda akan kehilangan beberapa alat bantu yang berguna, seperti kiasan visual, simbol, dan berbagai analogi/metafora visual yang seringkali menghadirkan solusi yang lebih tepat dan kreatif dibandingkan menggunakan orang.

bilyardBiasanya ide di awali dengan proses kreatif dimana memperlihatkan seseorang sedang menggunakan produk tersebut. Namun kali ini, coba bayangkan tanpa menggunakan orang sebagai subjek namun tetap dengan ide yang sama. Seperti contoh disamping : sebagai iklan penumbuh rambut, dibandingkan dengan menggunakan gambar seseorang yang botak yang kemudian memiliki rambut yang pastinya tampak membosankan dan mudah ditebak, gambar iklan disamping lebih memilih menggunakan bola billiard sebagai simbol kepala yang botak yang kemudian tumbuh rambut di atasnya. Tampak lebih menarik dan mudah diingat.

DO I HAVE TO SHOW PRODUCT?
Berkebalikan dengan apa yang dipercaya klien, sebuah iklan tidak harus menunjukkan produk yang diiklankan. Mungkin memang ada beberapa kasus dimana produk harus ditunjukkan, ketika mempromosikan produk baru misalnya. Namun jika iklan terlihat menarik dan mudah diingat, sudah cukup untuk mewakili visual dari produk tersebut.

binatangNamun kebanyakan klien akan bersikeras pada argumen “jika ada produknya, tentunya orang akan lebih ingat tentang apa yang diiklankan bukan?”. Ini mungkin saja, namun jika iklannya sendiri itu membosankan, orang malah tidak akan mengingatnya sama sekali. Argumen lain untuk tidak menampilkan produk dalam iklan ialah dalam kasus ketika tampilan produk terlalu membosankan, atau tidak ada perubahan berarti beberapa tahun terakhir. Atau jika produk sudah cukup dikenal oleh masyarakat. Sebagaimana contoh disamping, iklan sparepart original VW dengan cerdas sama sekali tidak menggunakan gambar produk di dalam iklannya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *