Halal Tak Melulu Tentang Makanan

Halal Tak Melulu Tentang Makanan

03 Oktober 2016,   By ,   0 Comments

picture1

Dalam Islam, ada berbagai perintah yang harus dijalankan oleh umat-Nya, salah satunya yaitu menghalalkan sesuatu yang baik serta mengharamkan sesuatu yang tidak baik. Industri halal sudah mulai dikembangkan di beberapa negara, diantaranya Malaysia, Turki, Jepang, Singapura, Korea Selata, bahkan sampai ke beberapa negara Eropa. Hal ini bukan tanpa alasan. Salah satu alasannya adalah karena produk yang berlabel halal biasanya merupakan produk yang baik bagi kesehatan, tak terkecuali makanan. Produk berupa makanan dapat dikatorikan halal jika melewati beberapa aturan yang telah ditetapkan dalam islam. Jadi, telah dijamin kebersihan serta baik jika dikonsumsi atau digunakan. Di Indonesia sendiri saat ini sedang gencar-gencarnya perusahaan yang meluncurkan produk unggulan yang halal, mengingat semakin meningkatnya konsumsi produk halal dari masyarakat. Begitu banyaknya brand ternama yang menyertakan label halal di setiap produknya. Jika Anda menggeluti bisnis kuliner, ada izin terpenting yang harus dilengkapi yaitu sertifikat halal. Dalam hal kepemilikan suatu perizinan dalam suatu kegiatan usaha, kebanyakan masyarakat akan bingung jika ditanya tentang prosedur kepengurusannya. Sertifikat halal adalah fatwa tertulis Majelis Ulama Indonesia (MUI) yamg menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syariat islam. Sertifikat halal ini merupakan syarat untuk pencantuman label halal.

 

Menurut Kementrian Perindustrian (Kemenperin) bahwa masyarakat saat ini sudah concern terhadap produk yang mencantumkan label halal. Beliau juga menambahkan bahwa saat ini proses untuk memperkanalkan produk halal sudah tepat dan pasti akan mendapat respon positif dari masyarakat, beliau juga berharap Indonesia menjadi negara pelopor untuk mencantumkan label halal disetiap produk yang dihasilkan. “Masyarakat sudah concern dengan produk halal. Yang penting saat ini produk halal terus diperkenalkan dengan tepat dan pasti akan disambut dengan baik. Indonesia diharapkan menjadi pelopornya,” kata Syarif. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ini juga telah mengidentifikasi bahwa sektor industri halal bukan hanya sekadar produk makanan. “Industri halal tidak hanya mencakup produk makanan, namun produk dan jasa yang lebih luas termasuk Islamic Tourism, Halal Cosmetics and Personal Care, Islamic Finance, Halal Ingredients, dan Halal Pharmaceutical,” sebut Sekjen Kemenperin Syarif Hidayat di Kemenperin Jakarta, Rabu (28/9/2016). Menurut beliau, produk halal bukan hanya tentang makanan, tetapi lebih kepada berbagai produk yang memberikan dampak baik bagi kesehatan.

Ada berbagai produk yang menambah label halal disetiap produknya, baik produk makanan, kosmetik, jasa, dan lain sebaginya. Saat ini produk halal memang sangat banyak kita temui, dan penikmat makanan halal bukan hanya orang muslim, tetapi orang non muslim pun juga menjadi konsumen produk halal. Hal ini sesuai dengan penuturan Syarif, berikut ini : “Bahkan, perusahaan-perusahaan produk makanan di Indo China (seperti Laos, Vietnam, Kamboja), Australia hingga Amerika Serikat, telah melihat isu halal ini sebagai sebuah peluang bisnis yang sangat baik untuk dikembangkan,” ungkapnya. Berdasarkan perhitungan Kemenperin, permintaan produk makanan halal dunia akan mengalami pertumbuhan sebesar 6,9 persen dalam enam tahun ke depan, yaitu dari 1,1 trilliun dollar AS di 2013 menjadi 1,6 triliun dollar AS pada 2018.

picture2

Sedangkan dari segi kosmetik ada banyak sekali produk yang mencantumkan label halal di dalam kemasannya, diantaranya Sariayu, Garnier, RDL (Papaya and Bengkoang series), Khalisa Lipcare, Zoya Cosmetic, Purbasari, Fanbo, Rivera, Marck’s Venus, dan Wardah serta beberapa produk lain. Meskipun sudah banyak yang memberi label halal pada produknya, namun tidak banyak yang berani untuk membranding diri sebagai produsen kosmetik halal. Wardah adalah maju sebagai first mover untuk produsen Kosmetik Halal di Indonesia. Berbagai proses branding pun dilakukan antara lain menggunakan brand ambassador yang mencerminkan keIslamian, menampilkan visual yang menarik, dan menyampaikan pesan yang konsisten bahwa mereka hanya memproduksi produk halal. Usaha keras ini pun mulai memunculkan hasil manis karena masyarakat sudah memiliki positioning bahwa Wardah adalah perusahaan dengan value produk halal.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *