Headline Twist

Headline Twist

02 Maret 2015,   By ,   0 Comments

PROLOG
Twist atau “memutarbalikkan´rute pemahaman seseorang kedalam hal yang tidak diduga sebelumnya, seringkali digunakan oleh screenwriter maupun komedian, dan tentunya bisa digunakan pula dalam iklan, baik yang bersifat humoris atau serius. Secara umum, twist biasanya diawali oleh satu kalimat atau pernyataan yang umum(familiar), yang sudah menjadi pengetahuan umum, ataupun klise yang kemudian diputarbalikkan oleh kalimat atau pernyataan kedua yang merupakan ending yang tidak diduga sebelumnya.

Sedikit penjelasan tentang headline di atas. Tahun 1966 merupakan tahun dimana Inggris memenangkan Piala Dunia untuk pertama kali dan terakhir kali (sampai saat ini) . fakta inilah yang merupakan pernyataan pertama, lalu disambung oleh twist yang memberikan informasi bahwa tahun 1966 juga merupakan tahun kelahiran Eric Cantona, Legenda Manchester United.

eric_cantona
Klien : Nike  Agensi : Simons Palmer Denton Clemmow  & Johnson  Tim Kreatif: Andy McKay dan Giles Montgomery

GOOD THING COME LAST
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan twist untuk headline. Yang pertama, twist biasanya ada di belakang, meskipun ini tidak berarti bahwa twist harus merupakan kata atau kalimat akhir. Hal ini terjadi karena jika twist dimunculkan terlalu awal akan menghilangkan kesan menariknya bahkan akan membuat anti-klimaks dalam headline. Kuncinya adalah membuat pembaca semakin lama mengikuti “alur” pembicaraan sebelum menuju ke dalam twist tadi. Dalam beberapa kasus spesifik, bahkan satu kata tambahan akan mengurangi impact yang harusnya diberikan oleh twist tadi. Sebagai contoh : Men, Can’t live with them, can’t shoot them. Hal tersebut akan lebih baik daripada : Men, can’t live with them, can’t shoot them either. Meskipun secara tata bahasa headline kedua lebuh cepat, namun twist-nya tidak tersampaikan dengan baik.

Salah satu teknik lain yang dapat digunakan untuk memperpanjang waktu mencerna pernyataan pertama sebelum masuk ke twist adalah secara visual. Sebagaimana contoh di atas, secara otomatis kita akan mengambil jeda membaca sesaat karena adanya perbedaan jarak antar kalimat yang memberikan perbedaan visual, sehingga timing yang dibutuhkan oleh twist dapat dipenuhi dengan baik.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *