Ngikutin Tren, Yakin Akan Dapat Untung?

Ngikutin Tren, Yakin Akan Dapat Untung?

12 Oktober 2016,   By ,   0 Comments

Hai para calon start up atau kalian yang berpikir untuk terjun ke dunia bisnis, sudah yakin? Sudah dipikirkan dengan baik dan benar belum?? Jangan gegabah dalam mengambil keputusan ya, nanti kecewa kalau hasilnya tidak sesuai harapan. Tren atau kecenderungan dapat merujuk kepada:Mode. Berdasarkan Wikipedia, tren adalah salah satu petunjuk tentang apa yang sedang disukai dan diminati, dan sedang menyerbu pasar di sekeliling kita. Kita perlu tahu tentang tren, dan perlu mengamati potensi yang ada dalam suatu tren. Tetapi, berhati- hatilah dalam memutuskan untuk meloncat masuk. Ngikutin tren sih sah-sah aja, kita sebagai calon pengusaha harus bisa mengambil celah dari adanya tren tersebut, wajib malah.

new-trends-in-internet-marketing-for-smaller-enterprises

 

Nah, fenomena yang sering kali terjadi saat ini adalah beberapa calon pengusaha bingung untuk menentukan usaha apa yang nantinya akan dijalankan. Kebanyakan dari mereka justru lebih ingin membuka usaha yang sekaramg sedang “booming” atau lagi tren. Mungkin memang baik sih saat kalian ingin membuat usaha dengan mengikuti tren terkini. Tetapi hal ini bukanlah tanpa resiko. Hal ini justru mengandung banyak resiko. Jadi, sebaiknya dipikarkan matang-matang. Seharusnya, seorang passionpreneur bukan mengikuti tren, tapi justru akan menciptakan tren! Ketika seorang passionpreneur melihat tren, dia bukan akan mengikutinya begitu saja, tapi dia akan memanfaatkan tren itu untuk meningkatkan potensi passion-nya sendiri. Bikin inovasi yang baru, jangan mengikuti tren. Lalu, apa yamg harus dilakukan oleh calon pengusaha? Pikirkanlah ide yang brilian dengan adanya sesuatu yang tren tersebut.

education-548105_1280

Kuncinya ada pada ide. Banyak orang yang punya ide brilian, tapi lupa akan nilai penting yang harus terkadung di dalamnya, memberikan solusi pada orang banyak. Ingatkah kamu ketika iPad pertama kali diluncurkan? Ide dasarnya sederhana loh, yaitu menciptakan ‘lemari’ buku yang bisa dibawa kemana-mana. Karena Apple melihat banyak orang yang sangat suka baca berbagai buku dan majalah, tapi kesulitan membawanya ketika mereka harus pergi ke kantor atau pun ke tempat lain. Mereka pun memberikan solusi kepada orang-orang yang suka membaca banyak buku dan membutuhkan wadah praktis agar bisa membawanya ke mana pun mereka pergi.

bar-621033_1280

Nah, seorang pengusaha sejati biasanya dapat mengambil kesempatan yang ada dibalik sesuatu yang lagi ngetren ini, sebenarnya ada beberapa tips yang harus diambil seorang calon pengusaha agar tidak salah kaprah dalam memulai usaha. Seperti berikut ini,

Langkah 1:

Tentukan produk apa yang akan anda luncurkan. Pertama kali yang harus anda lakukan adalah memikirkan produk apa yang nantinya akan anda bawa dalam bisnis anda.

ex2

Langkah 2:

Lakukan riset pasar. Anda wajib melakukan riset pasar untuk mengetahui potensi yang ada saat anda menawarkan produk anda, baik barang maupun jasa. Anda harus melakukan riset terlebih dahulu mengenai apa yang diinginkan atau dibutuhkan komsumen saat ini? Jadi kita harus dapat membuat produk baik berupa barang atau jasa yang nantinya akan menjawab pertanyaan masyarakat sebagai konsumen bahwa barang atau jasa yang akan kita tawarkan ini nantinya akan berdampak apa dan bagaimana bagi konsumen.

Langkah 3:

Posisi produk atau layanan Anda. Nah, yang ketiga ini yang paling penting. Anda harus memikirkan untuk membuat produk atau jasa yang berbeda dari orang lain. Jangan selalu mengikuti tren. Mengikuti tren sih boleh-boleh saja, tapi harusnya membuat adanya tren itu sebagi peluang untuk membuat inovasi baru yang nantinya justru akan melahirkan tren baru. Barang atau jasa yang anda tawarkan harus berbeda dari yang sudah ada, harus memiliki keunikan tersendiri agar masyarakat tidak bosan dengan produk atau jasa yang telah bnayak ada di pasaran.
Sejatinya seorang pengusaha sejati harus memberikan solusi, menjadi trendsetter dengan membuat inovasi baru yang memiliki karakteristik yang berbeda dari produk berupa barang atau jasa yang telah banyak di pasaran.

Langkah 4:

Anda mulai menulis definisi merek (budaya, visi, misi, nilai-nilai, kepemimpinan, dll). Dan tahap terakhir adalaha anda mulai memikirkan profil perusahaan, visi-misi, nilai-nilai yang akan ditepkan di perusahaan anda, budaya perusahan, dan lain sebagianya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *