Question As Headline

Question As Headline

02 Maret 2015,   By ,   0 Comments

PROLOG
Ketika mempelajari bahasa asing, salah satu metodenya adalah tanya jawab sederhana. Dan biasanya pertanyaan yang digunakan adalah yang tidak menghasilkan jawaban ya/tidak. Karena jawaban ya/tidak akan membatasi penjawab untuk memikirkan jawaban lebih jauh. Dan ini juga berlaku pada headline iklan yang berbentuk pertanyaan.

Headline iklan menggunakan kalimat tanya sudah cukup banyak, dan faktanya pertanyaan yang menimbulkan jawaban ya/tidak sangat jarang ditemukan. Dapat diilustrasikan ketika membuat iklan untuk orang yang suka sepakbola, dengan headline “apakah Anda suka sepakbola?”, maka jika jawabannya “iya” maka kita tidak bisa mendapatkan konsumen potensial, namun jika jawabannya “tidak” maka kita tahu orang itu tidak tertarik. Bagaimana bila pertanyaan yang digunakan “mengapa Anda tidak/kurang suka dengan sepak bola?”. Tentunya iklan ini lebih menarik.

jadi secara umum hindari penggunaan headline yang menimbulkan jawaban ya/tidak. Walau begitu bukan berarti kita tidak bisa menggunakannya, karena faktanya ada beberapa pengecualian dimana jawaban ya/tidak sangat tepat digunakan.

Yang pertama adalah jika pertanyaan tersebut digunakan oleh konsumen untuk menanyakan pada dirinya sendiri berkaitan dengan pertimbangan keputusan. Contohnya “Apakah anda setuju bahwa melompat dari helikopter itu keren?” yang digunakan sebagai iklan untuk merekrut tentara nasional. Bagi mereka yang ingin menjadi tentara, pertanyaan ini “mungkin” menarik. Sedangkan “mungkin” tidak cukup dalam advertising.

Yang terbaik adalah memaparkan kelebihan yang mungkin dimiliki seseorang dan membuatnya cocok menjadi tentara, namun jarang disadari oleh banyak orang. Dengan begitu rekruitment akan mudah dicapai. Yang kedua adalah menggunakan pertanyaan yang sudah pasti jawabannya ya/tidak. Dengan kata lain jawaban tersebut bukan kebalikannya kecuali orang yang tersebut bodoh atau berbohong. Contoh iklan yang mengajak berjalan untuk gaya hidup yang lebih sehat “Apakah dokter Anda sudah menyarankan untuk mengikuti marathon?”. Dan tentu pertanyaan yang sangat sulit untuk menjawab “ya”.

bahwa kategori di atas juga membutuhkan waktu untuk menjawabnya dan membawa ke dalam kategori selanjutnya. Yaitu jika terpaksa menggunakan pertanyaan ya/tidak maka pembaca akan berpikir sejenak dan tidak serta merta menjawab. Contoh headline The Economist disamping. Pertanyaan yang sangat jarang ditanyakan dan bersifat personal yang membuat pembacanya berpikir keras untuk menjawabnya. Kategori ini juga berlaku untuk tagline misalnya tagline untuk koran The Indiependent :

The Indiependent. It is Are you?

would

Anda bisa menggunakan pertanyaan yang jawabannya sudah diketahui oleh pembaca. Dengan kata lain, sebelumnya kita membuat pembaca berpikir sebelum menjawab, kali ini kita akan membuat pembaca berpikir setelah menjawab pertanyaan. Pertanyaan yang jelas jawabannya atau disebut pertanyaan teoritis. Contohnya iklan dari UK Flower&Plants Association yang menargetkan wanita untuk membeli bunga untuk dirinya sendiri, “flower, why wait? buy your own”. Pertanyaan ini mempunyai makna jelas “Don’t Wait”.

pregnanSelain itu Anda juga bisa memberikan pertanyaan hipotesis atau pertanyaan “bagaimana jika”. Contohnya iklan klasik dari Health Education Council disamping, pertanyaan ini menjadi pengecualian karena jawabannya pasti “ya”. Dan konsep ini sesuai dengan pertanyaan ya/tidak yang menghasilkan jawaban pasti. Sebaliknya pula, Anda juga bisa menggunakan pertanyaan ya/tidak jika pertanyaan memiliki dua makna seperti iklan Gatorade pada gambar disamping. Pertanyaan “Is it in you” dapat diartikan “apakah semangat olahraga ada dalam dirimu?” sebagaimana pengambaran iklan-iklan Gatorade. Namun bisa diartikan juga “apakah Gatorade ada dalam dirimu?”.

Pengecualian lainnya (dan kemungkinan terakhir) adalah pertanyaan yang sudah diberikan jawaban sebelum dijawab oleh pembacanya. Contohnya iklan dari Nike dibawah ini (kecuali jika pembacanya adalah orang Algeria, maka jawabannya sudah  pasti “tidak”. Hal ini dapat disiasati dengan menaruh headline pada bagian terpisah).

ever


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *