Reductionism

Reductionism

02 Maret 2015,   By ,   0 Comments

Reduksionime adalah latihan untuk mereduksi elemen yang tidak dibutuhkan di dalam iklan, tapi tetap berpegang bahwa komunikasi di dalam iklan tetap berjalan. Tapi Agensi periklanan tidak perlu membuang semua yang tidak diperlukan atau istilahnya “fat”. masalahnya adalah klien selalu ingin memberikan semua infromasi yang ada di dalam produknya kepada konsumen, tanpa menyadari bahwa elemen yang tidak berguna itu akan membuat bingung konsumen dan akan mengaburkan komunikasinya.

Penampilan yang terkenal tentang apa yang disebut “anti-additionism” terjadi pada presentasi yang dilakukan oleh Fred Manley dari BBDO tahun 1963. Dengan judul “Nine ways to Improve Ad” (dia memberi contoh iklan VW yang berjudul “think small”) dan mendemonstrasikan jika iklan diberi terlalu banyak elemen, hasilnya akan buruk. Hari ini, agensi (terutama klien) dapat belajar dari presentasi tersebut tentang bagaimana cara mereduksi.

Think_Small

Mungkin ada banyak cara untuk membuat iklan cetak, bagian tersulitnya adalah proses mereduksi elemen. Namun tanpa disadari, hasilnya iklan menjadi lebih ramping, simple, dan lebih baik di depan. Kadang improvisasi bisa terjadi dari menghilangkan satu elemen, atau bahkan bagian dari elemen. Jadi ketika melihat iklan yang Anda buat, janganlah lupa untuk bertanya “apakah bagian ini perlu dimasukkan ke dalam iklan? Apakah dapat berhasil tanpa bagian itu?”

Ingat, jumlah maksimal elemen di dalam iklan adalah enam (headline, anak judul, visual, body copy, tagline, dan logo), itu sudah cukup. Anda juga mempunyai pilihan untuk tidak menggunakan semua. yang Anda gunakan usahakan adalah kombinasi dari hal-hal tersebut, yang biasa dikatakan brief, the idea, the product, dan pemirsa. Tapi pada umumnya sebuah pembicaraan haruslah dikurangi. Istilah ini digunakan untuk gambar cetak atau TV tertentu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *