Kapan Harus Melakukan Co-Branding ?

Brand akan erat kaitannya dengan pasar, namun Brand bukanlah ilmu pasti yang sulit untuk dirubah. Seperti jenis aktifitas pemasaran lainnya, Brand bekerja berdasarkan langkah demi langkah. Co-Branding adalah salah satu di antara langkah langkah dalam Branding, kami ingin berbagi hal mengenai kapan waktu yang tepat untuk melakukan Co-Branding dan kapan waktu yang tepat untuk anda menolaknya.

1. Apakah kita mempertaruhkan reputasi Brand kita dengan mengaitkan Brand kita dengan Brand milik orang lain?

Co-Branding tidak hanya tentang menciptakan Brand Awareness dengan cara cepat, kita juga perlu melindungi reputasi Brand ketika “bergabung” dengan Brand lain. Jika terlihat adanya resiko yang teraba di awal, maka kita perlu mempertimbangkan untuk tidak bergabung dalam program Co-Branding ini. Jika tidak ada resiko yang terlihat, maka kita bisa melakukannya.

2. Siapa yang bertanggung jawab atas komunikasi dalam Brand?

Jika jawabannya hanya Brand kita atau hanya Brand milik pihak lainnya yang bertanggung jawab atas sistem komunikasi Brand baru, maka seperti pada banyak kasus kita dan calon partner tidak akan berkomunikasi sebagai identitas Brand bersama, melainkan menggunakan identitas Brand yang relevan.

Namun, jika jawabannya adalah kedua Brand bertanggung jawab atas komunikasi Brand baru yang merupakan Brand gabungan ini maka kita boleh melakukannya.

3. Dengan siapa kita berkomuniasi?

Pertanyaan ini tidak mengikat, tetapi ini memberikan konteks yang dapat membantu kita menemukan jawaban dan pendekatan yang tepat. Dalam skenario co-branding biasa, audiens akan tertarik untuk mendengar tentang kesamaan dari kedua Brand yang berbeda, tidak hanya tentang tujuan eksklusif dari satu merek tertentu.

4. Di Channel milik siapa Brand kita berkomunikasi?

Jika kita berkomunikasi melalui channel perusahaan Brand kita, misalnya dalam mengirimkan email internal dengan jumlah besar kita dapat menggunakan Brand milik kita. Namun, jika komunikasi berlangsung di tempat atau channel yang netral, misalnya berlatar belakang di ballroom hotel atau website khusus, maka Co-Branding dengan identitas Co-Branded yang baru harus digunakan.

5. Apakah gaya komunikasi dan konten komunikasi mendukung strategi kita atau malah sebaliknya?

Peluang Co-Branding bermanfaat ketika Co-Branding menguntungkan strategi individu dari perusahaan yang terlibat. Bahkan ketika itu bermanfaat untuk pemasaran atau upaya penjualan kita, kita harus memastikan bahwa pesan yang dikirim atas nama semua Brand yang berpartisipasi, tidak mengganggu strategi komunikasi kita dan sebliknya malah membantu memperkuat Brand milik rekanan yang bergabung dengan kita.

6. Apakah kegiatan Co-Branding tersebut cukup relevan? atau mungkin tidak ada artinya sama sekali untuk Brand kita?

Program pemasaran apa pun yang kita ikuti untuk mengembangkan Brand, termasuk Co-Branding, harus sangat berarti dan berdampak positif bagi strategi Brand kita. Pastikan bahwa ada alasan kuat mengapa Brand kita harus berpartisipasi dalam Co-Branding.

7. Seberapa penting Brand lain untuk kita?

Entah itu karena Brand Brand lain penting dalam sektor usaha kita, atau karena mereka hanya penting bagi Brand kita, pertanyaan tentang apa arti Brand lain untuk hubungan kerjasama itu tidaklah sepele dalam Co-Branding. Tanyakan pada diri kita sendiri betapa pentingnya Brand lain dalam industri dan untuk bisnis kita dalam meningkatkan hubungan kerjasama. Jawabannya tidak hanya akan membantu kita memutuskan apakah menjadi Brand bersama atau tidak, itu juga akan membantu kita dalam menentukan pendekatan komunikasi Co-Branding.

Seperti dikatakan sebelumnya, Branding dan Co-branding bukanlah ilmu pasti. Tetapi dengan mengajukan pertanyaan pertanyaan yang tepat kepada diri kita sendiri, kita akan dapat memutuskan dengan lebih baik peluang pemasaran kerjasama mana yang bermanfaat untuk meningkatkan reputasi perusahaan kita, dan bagaimana mendekati mereka dari perspektif merek yang solid.

Erigo adalah brand yang hadir di tahun 2013, Muhammad Sadad memulai bisnis apparel dari tahun 2010. Pahit manisnya perjalanan bisnis apparel telah dirasakan dari rugi ratusan ribu hingga puluhan juta telah dirasakan oleh Muhammad Sadad, hal ini membuatnya semakin bersemangat dalam mengembangkan bisnisnya ini.

Di tahun 2014 Erigo mulai berani berkenalan dan juga bersaing dalam pasar apparel Indonesia dengan menghadirkan promo besar besaran, tidak banyak brand baru berani hadir dengan ide promosi diskon gila-gilaan seperti Erigo, selain mematok harga standar, Erigo berani membuat promo “Buy 2 Get 5”, namun strategi promo inilah yang menghantarkan Erigo menjadi brand yang sangat dikenal Generasi Z dan Millenials dalam dunia fashion Indonesia saat ini.

Strategi marketing yang begitu unik dan juga sangat berani mengambil resiko begitu membuat perubahan pada Erigo, Erigo menggunakan fasilitas Instagram Ads dalam melancarkan publikasi promosi diskon besar-besarannya, melakukan SALE TOUR ke berbagai daerah di Indonesia, membuka pop up store, hingga mengikuti pameran di luar negeri demi untuk mengembangkan cakupan pasar. Keberanian ini begitu dapat menginspirasi sehingga beberapa brand lokal lain tidak ragu untuk meniru strategi promosi Erigo ini dengan harapan meraup keberhasilan yang sama.

Erigo melebarkan sayap ke dunia e-commerce dengan membuka official website di tahun 2015, dan hal ini membuat omzett Erigo kian meningkat, dengan strategi pemasaran offline dan online yang begitu matang dan juga konsistensi Brand menjadikan Erigo dapat meraup untung hingga puluhan Miliar Rupiah dalam waktu kurang dari 10 tahun dihitung dari awal Erigo berdiri. Hal ini membuktikan bahwa branding dan strategi komunikasi pemasaran begitu berpengaruh dalam perkembangan Erigo hingga saat ini.

Branding merupakan salah satu aktivitas marketing yang mulai diperhitungkan pebisnis di Indonesia. Melalui branding, suatu produk diolah untuk bisa terlihat unik dibanding produk sejenis. Aktivitas ini jelas sangat diandalkan untuk membangun visibilitas produk. Untuk melakukan branding, terdapat berbagai macam strategi yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Salah satunya adalah strategi experimental marketing yang dilakukan oleh brand satu ini.

J.Co adalah salah satu brand donat dan kopi ternama di Asia Tenggara. Para penggemar donat dan kopi tanah air tentu tak asing dengan brand ini. Di awal kemunculannya di tahun 2005, J.Co sempat dikira brand asal luar negeri oleh masyarakat Indonesia. Padahal brand yang identik dengan warna orange ini dimiliki oleh Johnny Andrean, pengusaha asal Indonesia yang terkenal dengan bisnis salonnya.

Source : Foto adalah properti milik http://palmmall.my/file/images/JCO_001.JPG

J.Co memang bukan brand donat dan kopi pertama di Indonesia. Namun, ia memiliki konsep branding yang berbeda dari perusahaan sejenis. Ketika kompetitor membuat donat yang mengenyangkan, J.Co memposisikan produknya sebagai makanan ringan yang tidak terlalu mengenyangkan. Ukuran dan berat donat J.Co membuat masyarakat ingat bahwa donat yang ringan merupakan ciri khas J.Co. Branding pada produk J.Co juga dilakukan melalui penamaan produk yang unik. Contohnya: Tira Miss U untuk donat rasa tiramisu atau Avocado DiCaprio untuk donat rasa alpukat.

J.Co juga merupakan pelopor retail open kitchen pertama di Indonesia. Open kitchen merupakan konsep retail yang menunjukkan dapur secara terbuka kepada pengunjung. Dari konsep ini, pengunjung dapat melihat dengan jelas seperti apa kualitas bahan dan proses pembuatan produk J.Co. Pemilihan konsep ini bukan tanpa alasan. J.Co ingin memberikan kesan kepada pelanggan agar tidak perlu khawatir akan kualitas produknya. Hal ini menumbuhkan rasa percaya dan rasa aman pada pelanggan sehingga mereka tidak perlu menanyakan mengapa harga jual produk J.Co lebih tinggi dari harga pasar pada umumnya.

Selain itu, dalam membangun image sebagai brand yang disukai oleh semua orang, J.Co memiliki strategi distribusi yang unik. Ketika J.Co membuka retail di mall, ia akan meletakkan kassa di bagian terdepan retail sehingga antrian pelanggan terlihat jelas. Hal ini membuat pengunjung mall akan merasa penasaran terhadap J.Co, kemudian tertarik untuk mencoba produknya.

Strategi branding J.Co di atas membuat masyarakat merasakan pengalaman berbeda ketika membeli donat. Ketika biasanya kita membeli donat hanya dengan proses memilih dan membayar, kini pelanggan juga bisa melihat secara langsung proses pembuatannya. Dari pengalaman yang tak biasa itulah terciptalah kesan bahwa J.Co merupakan brand asal luar negeri.

Menilik kesuksesan J.Co, banyak brand lain yang turut melakukan branding dalam aktivitas pemasaranya. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa branding merupakan tombak dari suksesnya aktivitas pemasaran suatu perusahaan atau jasa. Jadi, sudahkah Anda melakukan branding?

 

Beberapa dari kita pasti kerap kali beranggapan bahwa brand dengan kualitas dan juga brand image yang bagus adalah brand yang dimiliki oleh orang luar negeri, hingga ketika kita mengetahui kebenaran bahwa brand tersebut adalah brand asli buatan indonesia langsung terkaget dan bertanya-tanya dalam benak “masa sih brand/barang sebagus ini asli indonesia?”

Begitu banyak brand asli indonesia yang hadir dengan kesan brand milik luar negeri, pengemasan pesan pertama yang menggunakan bahasa inggris, bahasa jepang, bahasa korea, dan bahasa bahasa lain terbukti dapat menarik perhatian market indonesia. Strategi branding seperti ini semakin sering dipakai oleh pengusaha pengusaha bisnis kuliner, fashion, make up dan bidang bisnis lainnya karena market di indonesia memiliki tingkat kepercayaan lebih tinggi pada produk produk buatan luar negeri.

Taylor Fine Goods atau kerap dikenal sebagai TFG adalah brand asli Surabaya, brand perlengkapan travelling ini menjadi terkenal dan memiliki banyak penggemar karena banyak yang mengira TFG adalah brand asli Jepang dengan kualitas yang begitu bagus dan desain yang unik. TFG terus mengemas produk dan brand dengan penggunaan tulisan jepang dan pesan pesan yang terinspirasi oleh filosofi jepang.

Source : Foto ini adalah properti milik TFG dari official website TFG http://tfgtraveling.com/wp-content/uploads/2017/01/tas-tfg-940×455.jpg

TFG memasarkan produknya dengan berbagai cara offline maupun online, TFG dapat mudah dijumpai di Sogo Department Store, dan juga bazar bazar skala besar, TFG juga menyediakan fitur pembelian online melalui official website TFG, Lazada, Zalora, VIP Plaza, Bobobobo.com, Market Plays, Blibli dan beberapa website e-commerce lainnya. Selain mempermudah cara customer dalam mendapatkan produknya TFG juga menyediakan garansi seumur hidup untuk seluruh produknya tanpa terkecuali, fitur seperti ini sangatlah disukai oleh market indonesia, sebelumnya fitur fitur seperti ini hanya dilakukan leh brand brand luar negeri seperti Jansport yang menyediakan garansi seumur hidup.

Mengadopsi beberapa cara untuk menambahkan value produk dan brand dari brand  luar negeri yang lebih dulu hadir begitu menguntungkan jika dipadukan dengan strategi yang tepat. Market di indonesia memang sudah mulai aware dengan produk buatan lokal namun produk tersebut harus tetap memiliki value keluarnegeri-an agar bisa merebut perhatian dan juga kepercayaan market.

Rumah makan yang sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa seantero pulau jawa, Waroeng Spesial Sambal atau kerap disebut WSS adalah rumah makan yang menghadirkan puluhan pilihan sajian sambal, lauk pauk, dan juga sayuran. WSS tergolong rumah makan yang ramah di kantong dengan rasa makanan yang begitu pedas dan nikmat. Dengan konsep menu sambal yang dibawanya saat ini WSS telah membuka 83 cabang rumah makan dan tersebar di 43 kota.

Yoyok Hery Wahyono pria berusia 44 tahun adalah pemilik 83 cabang WSS, memulai usaha di tahun 2002 dengan modal awal Rp 9.000.000 dan saat ini menerima omzet lebih dari Rp 3,6 Miliar per bulannya. Bagaimana mempertahankan dan mengembangkan usaha kuliner dengan kondisi pasar yang begitu berbeda dari tahun 2002 hingga tahun 2018 ?

source : Foto diambil oleh Stevin Carolius untuk Waroeng Spesial Sambal / http://waroengss.com/gallery/index

WSS hadir di beberapa media yang akrab digunakan oleh kalangan Millenials dan Generasi Z, website, dan media sosial untuk menarik target dari Millenials dan juga Generasi Z mengapa demikian ? Seiring dengan laju perkembangan dunia bisnis yang begitu masive, minat konsumen dan cara pemasaran juga ikut mengalami pergeseran. Tak bisa dipungkiri bahwa media sosial merupakan senjata paling ampuh dalam melakukan pemasaran di Era Digital ini. Buktinya, kini semakin banyak perusahaan yang memiliki akun di berbagai media sosial untuk menggaet pasarnya. Namun, membuka akun di media sosial saja tidaklah cukup untuk bisa mendapatkan hati calon konsumen. Diperlukan strategi untuk mengelola media sosial agar tidak menjadi akun untuk memamerkan produk semata.

Berikut adalah kiat-kiat pemasaran melalui media sosial yang juga dilakukan oleh WSS dalam seluruh akun media sosialnya:

  1. Gunakan visual yang menarik

Sebagian besar calon konsumen merupakan pengguna media sosial yang lahir di Era Millenials. Para millennials tersebut identik dengan ketertarikan akan keindahan visual. Sebelum mengunggah postingan di media sosial, pastikan Anda menyertakan visual berupa gambar atau video yang menarik. Dikatakan menarik apabila visual tersebut menggambarkan tulisan bahkan sebelum pembaca membaca tulisan dalam postingan tersebut. Selain itu, gunakan desain atau gaya fotografi yang sesuai dengan trend masa kini. Hal ini ditunjukan oleh WSS dalam setiap postingan instagram yang begitu komunikatif dan juga informatif.

  1. Mainkan emosi pengguna media sosial

Jenis tulisan yang digemari oleh pengguna media sosial adalah tulisan yang to the point dan terdapat ‘drama’ di dalamnya. Anda tidak perlu menuliskan terlalu banyak informasi pada postingan. Namun buatlah sedikit celah pada tulisan tersebut agar pengguna merasa penasaran dan akhirnya mereka menanyakan produk yang dijual kepada Anda. Gunakan juga kalimat persuasive atau kalimat tanya yang mendorong pengguna untuk berinteraksi dengan Anda di kolom komentar atau pesan pribadi. Hal hal yang membuat konsumen nyaman dan penasaran seperti penjelasan di atas juga dilakukan oleh WSS dalam menerapkan sebutan untuk para pelanggan, “Big Boss” akan sering terdengar dan terlihat ketika berkunjung ke WSS, tebak tebakan sambal dan juga menu sambal terfavorit juga dihadirkan dalam gimmick WSS.

  1. Manfaatkan fitur hashtag pada media sosial

Hashtag merupakan fitur pada media sosial yang berguna untuk mengkategorikan pesan. Contohnya ketika Anda membuat post mengenai bisnis kue kering, maka jangan lupa cantumkan #kuekering #jualkuekering dan sejenisnya pada akhir post. Dari hashtag tersebut, para pengguna media sosial dapat menemukan akun Anda dan mengetahui apa yang Anda pasarkan di media sosial tersebut. WSS mengunakan beberapa hashtag di setiap postingannya seperti sejumlah hashtag berikut ini #infopedas #layakcicip #cicipsambal #waroengspesialsambal

  1. Buatlah konten media sosial yang interaktif

Konten media sosial yang interaktif akan lebih diingat oleh pengguna media sosial. Konten yang penuh informasi terkesan menggurui dan bersifat komunikasi satu arah. Sementara, konten yang interaktif memiliki sifat dua arah. Ada berbagai cara melakukan komunikasi dua arah dengan konsumen tanpa melakukan chat pribadi dengan pengguna media sosial. Beberapa konten interaktif yang dapat dimanfaatkan untuk sarana pemasaran antara lain: giveaway, kuis, kupon, tips, atau kolom tanya jawab. WSS menggunakan beberapa konten informatif mengenai bahan bahan dalam olahan makanan di WSS, dan juga rekomendasi paduan menu makanan dengan minuman.

 

Membangun pemasaran di era digital merupakan hal yang sewajarnya dilakukan mengingat waktu terus berjalan dan generasi X dan Y digantikan oleh generasi Z. Generasi Z merupakan generasi yang berada di rentang usia 1996-2010 yang terlahir pada era internet, berbeda dengan generasi millenials yang lahir pada masa transisi perkembangan teknologi digital.

Menurut data survey 100 di Amerika Serikat, membuktikan bahwa digital advertising memiliki responden Gen Z sebesar 62% dibandingkan dengan Generasi lainnya yang hanya mencapai 38%. Walaupun generasi ‘Baby Boomers’ dianggap memiliki uang yang lebih banyak, survey membuktikan bahwa brand loyalties bisa dibangun ketika customer berusia 20 tahunan awal dan customer tersebut datang dari Generasi Z.

Generasi Z menjadi prioritas utama dalam mengembangkan strategi pemasaran (marketing) secara digital, hal tersebut dikarenakan saat ini Generasi Z mencapai 25% dari populasi dan akan terus bertumbuh hingga 40% dalam dua tahun ke depan. Lantas, bagaimana usaha mengembangkan pemasaran digital bagi Generasi Z saat ini?

Keterlibatan Influencer

Dari segi brand management, ternyata Generasi Z lebih memilih mengikuti influencer mereka dalam memilih brand. Pemasaran secara advetorial dianggap kurang bagus bagi Generasi Z. Lebih dari itu, dalam forum diskusi MarkPlus Center for Tourism and Hospitality, Dea memaparkan penelitian menemukan sebesar 60% generasi Z cenderung ingin memberi dampak positif bagi dunia dibandingkan generasi millennials (39%).

Shopping for Purpose

Generasi Z juga lebih memilih brand yang memiliki kontribusi yang lebih baik di sekitarnya. Jadi, Generasi Z lebih memilih untuk menghabiskan uangnya dengan harapan akan memberikan kontribusi yang lebih baik. Seperti yang dilakukan oleh Tomkins, dalam kampanye One for One.

 Fear of Missing Out (FOMO)

Generasi Z juga dianggap sebagai Generasi FOMO, atau generasi yang takut ketinggalan. Sehingga, mereka akan lebih memilih brand yang bisa mengikuti trend terkini dibandingkan dengan brand yang dianggap usang oleh generasi Z. Hasilnya, untuk mengembangkan strategi maka sebuah brand harus lebih tiga kali update dibandingkan dengan Generasi Z yang dianggap FOMO.

Humor is also a Plus!

Menurut studi yang dilakukan oleh The Kantar Millward Brown Survey menunjukkan bahwa 72% dari Generasi Z menyukai brand dengan pendekatan humor. Mereka cenderung lebih memperhatikan hal-hal yang bersifat humoris dan personal.

Generasi Z akan membuat anda sebagai pemilik bisnis bekerja keras untuk mendapatkan perhatian mereka, dan akan membuat anda berpikir lebih keras untuk menganti pemasaran secara tradisional. Maka dari itu, Start Friday hadir membantu Anda dalam memberikan konsep pemasaran secara digital untuk Generasi Z sebagai potential consumer saat ini. Kami melakukan riset secara mendalam, dan mengkonsepnya dengan apik dan tepat untuk target consumer brand anda.

source:

https://digitalmarketinginstitute.com/the-insider/the-changing-customer-how-to-cater-to-gen-z

https://www.orangehilldev.com/who-is-the-ideal-client-of-digital-marketing-agency/

Jasa pembuatan copywriting dari Start Friday membantu bagi pemilik bisnis yang ingin mengajak konsumen untuk membeli atau menggunakan produk/jasa dari brandnya. Banyak definisi yang mengartikan tentang copywriting. Dilihat secara umum copywriting dapat didefinisikan sebagai seni menulis yang digunakan untuk memperoleh respon dari pembacanya. Media penulisan copywriting ini dapat menggunakan berbagai media seperti berita, surat penjualan, brosur dan website.

Jasa pembuatan Copywriting juga dapat digunakan dalam social media untuk membangun brand awareness, copywriting dibuat agar pembaca mulai membeli, mendaftar, mengingat atau melakukan tujuan lain yang Anda inginkan. Copywriting menjadi elemen yang sangat penting bagi bisnis online. Apalagi saat ini periklanan dan pemasaran telah beralih dari konvensional ke media online. Start Friday memberikan jasa pembuatan copywriting untuk brand yang ingin memasarkan produk atau jasanya melalui Facebook, Website, Instagram, atau pun platform social media yang lainnya.

Jasa pembuatan copywriting fokus pada persuasif dan penjualan, fungsi copywriting juga tidak hanya efektif digunakan pada social media namun juga pada website. Copywriting yang baik akan membuat pengunjung website tidak langsung meninggalkan website tetapi akan melakukan pembelian. Semua pemilik bisnis tentunya ingin mendapatkan copywriting yang profesional dan berkualitas, maka dari itu kami hadir dan siap membantu mewujudkan impian anda untuk menjadi brand anda sebagi brand generic di mata konsumen, dengan teknik pembuatan copywriting yang tidak sekali jadi namun dengan riset dan analisis yang panjang dan tepat.

Jasa Pembuatan Company profile perusahaan kini telah menjadi media dalam promosi perusahaan, seluruh aspek dalam perusahaan diringkas dalam satu buku atau video untuk ditunjukkan ke customer ataupun dibawa untuk event pameran. Layaknya citra perusahaan yang harus dijaga, company profile harus selalu diperbaharui disetiap periode. Untuk mendapatkan jasa pembuatan company profile yang dapat mengerjakan apa yang perusahaan anda inginkan memang tidak mudah, karena tidak banyak yang dapat mengerti mau anda seutuhnya, banyak yang hanya mengunggulkan desain dalam pembuatan company profile tanpa menghiraukan esensi dari filosofi terbentuknya perusahaan tersebut.

Start Friday menyediakan Jasa pembuatan company profile perusahaan hadir untuk membantu anda dalam membuat company profile yang berkualitas tinggi. Start Friday memiliki standart tahapan pembuatan company profile dari sebelum dan sesudah pengerjaan, hal ini yang membuat setiap company profile karya Start Friday memiliki standart tinggi dengan kualitas konten dan desain yang begitu menarik dan dapat membuat perusahaan anda semakin dilihat oleh calon klien ataupun perusahaan serupa (kompetitor dalam hal ini). Kini company profile telah menjadi media dalam promosi perusahaan seperti halnya menjadi sebuah strategi branding. Strategi branding yang sebelumnya belum terpikirkan akan mulai menjadi bahan pertimbangan tiap perusahaan dalam membuat company profile dan media promosi lainnya.

Jasa Company profile membantu company profile tidak hanya ditampilkan saat adanya event, namun juga dapat dilampirkan pada halaman website milik perusahaan dan juga di beberapa media internet yang dimiliki oleh perusahaan, sebagai bentuk media promosi mandiri, tanpa harus merekrut media tertentu dalam mempublikasikan perusahaan anda, hal ini sekaligus menghemat anggaran promosi perusahaan anda.

Brand Consultant Jakarta, yang merupakan sebuah fenomena terbaru pada era pemasaran abad ini. Dengan perkembangan informasi dan teknologi saat ini, mengharuskan para pemilik bisnis mengikutsertakan brand consultant sebagai media untuk mengoptimalisasikan produk atau jasanya. Jakarta yang dikenal dengan ibukota Indonesia, sebagai pusat perekonomian dan pemerintahan Indonesia tentunya memberikan keuntungan dan manfaat tersendiri pemilik bisnis dalam memasarkan di Jakarta.

Brand consultant Jakarta juga membantu para pemilik bisnis untuk memasarkan dengan pemasaran era baru yaitu, digital marketing. Transformasi dari tradisional ke digital, lanjutnya, sejalan dengan masifnya pengaruh online dan media sosial (Medsos) dalam proses pengambilan keputusan individu, kian menjadi alasan kuat mengapa mayoritas brand menggunakan platform digital untuk melakukan aktivitas branding.

Brand Consultant Jakarta mulai menyadari transformasi dari pemasaran tradisional menjadi pemasaran digital. Pesatnya perkembangan teknologi menggiring masyarakat untuk semakin terpaut dengan dunia digital. Berbagai sektor berlomba-lomba untuk melakukan transisi ke arah digital, tak terkecuali di bidang Branding. 80% kegiatan Branding kini menggunakan teknologi. Maka dari itu, Start Friday hadir untuk membantu para pemilik bisnis dalam memasarkan produknya selangkah lebih maju, menjadikan produk atau jasa lebih dekat dengan konsumen, hingga memunculkan tingkat emosional dari konsumen untuk brand tersebut.

Dari sini, apa yang dapat kita pelajari? Bahwa Branding, tidak hanya melulu tentang brand kita sendiri, namun juga dengan penempatannya, baik secara fisik maupun waktu, menjadikannya pas di masyarakat, tanpa ada kesan dipaksakan. Selain itu juga differensiasi, dimana menjadikan sebuah perbedaan menjadi sebuah keunggulan dari brand kita. Terakhir, bahwasanya hal yang terkesan remeh seperti pemilihan lokasi kantor, menjadi penting urusannya ketika kita berbicara tentang branding.
In branding, everythings is matter.


1 2 3 4 9