Membangun Digital Marketing a La Generasi Z

Membangun Digital Marketing a La Generasi Z

21 Agustus 2018,   By ,   0 Comments

Membangun pemasaran di era digital merupakan hal yang sewajarnya dilakukan mengingat waktu terus berjalan dan generasi X dan Y digantikan oleh generasi Z. Generasi Z merupakan generasi yang berada di rentang usia 1996-2010 yang terlahir pada era internet, berbeda dengan generasi millenials yang lahir pada masa transisi perkembangan teknologi digital.

Menurut data survey 100 di Amerika Serikat, membuktikan bahwa digital advertising memiliki responden Gen Z sebesar 62% dibandingkan dengan Generasi lainnya yang hanya mencapai 38%. Walaupun generasi ‘Baby Boomers’ dianggap memiliki uang yang lebih banyak, survey membuktikan bahwa brand loyalties bisa dibangun ketika customer berusia 20 tahunan awal dan customer tersebut datang dari Generasi Z.

Generasi Z menjadi prioritas utama dalam mengembangkan strategi pemasaran (marketing) secara digital, hal tersebut dikarenakan saat ini Generasi Z mencapai 25% dari populasi dan akan terus bertumbuh hingga 40% dalam dua tahun ke depan. Lantas, bagaimana usaha mengembangkan pemasaran digital bagi Generasi Z saat ini?

Keterlibatan Influencer

Dari segi brand management, ternyata Generasi Z lebih memilih mengikuti influencer mereka dalam memilih brand. Pemasaran secara advetorial dianggap kurang bagus bagi Generasi Z. Lebih dari itu, dalam forum diskusi MarkPlus Center for Tourism and Hospitality, Dea memaparkan penelitian menemukan sebesar 60% generasi Z cenderung ingin memberi dampak positif bagi dunia dibandingkan generasi millennials (39%).

Shopping for Purpose

Generasi Z juga lebih memilih brand yang memiliki kontribusi yang lebih baik di sekitarnya. Jadi, Generasi Z lebih memilih untuk menghabiskan uangnya dengan harapan akan memberikan kontribusi yang lebih baik. Seperti yang dilakukan oleh Tomkins, dalam kampanye One for One.

 Fear of Missing Out (FOMO)

Generasi Z juga dianggap sebagai Generasi FOMO, atau generasi yang takut ketinggalan. Sehingga, mereka akan lebih memilih brand yang bisa mengikuti trend terkini dibandingkan dengan brand yang dianggap usang oleh generasi Z. Hasilnya, untuk mengembangkan strategi maka sebuah brand harus lebih tiga kali update dibandingkan dengan Generasi Z yang dianggap FOMO.

Humor is also a Plus!

Menurut studi yang dilakukan oleh The Kantar Millward Brown Survey menunjukkan bahwa 72% dari Generasi Z menyukai brand dengan pendekatan humor. Mereka cenderung lebih memperhatikan hal-hal yang bersifat humoris dan personal.

Generasi Z akan membuat anda sebagai pemilik bisnis bekerja keras untuk mendapatkan perhatian mereka, dan akan membuat anda berpikir lebih keras untuk menganti pemasaran secara tradisional. Maka dari itu, Start Friday hadir membantu Anda dalam memberikan konsep pemasaran secara digital untuk Generasi Z sebagai potential consumer saat ini. Kami melakukan riset secara mendalam, dan mengkonsepnya dengan apik dan tepat untuk target consumer brand anda.

source:

https://digitalmarketinginstitute.com/the-insider/the-changing-customer-how-to-cater-to-gen-z

https://www.orangehilldev.com/who-is-the-ideal-client-of-digital-marketing-agency/


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *