Erigo Menggebrak Pasar Dengan Diskon Gila di Awal Bisnisnya

Erigo Menggebrak Pasar Dengan Diskon Gila di Awal Bisnisnya

Erigo adalah brand yang hadir di tahun 2013, Muhammad Sadad memulai bisnis apparel dari tahun 2010. Pahit manisnya perjalanan bisnis apparel telah dirasakan dari rugi ratusan ribu hingga puluhan juta telah dirasakan oleh Muhammad Sadad, hal ini membuatnya semakin bersemangat dalam mengembangkan bisnisnya ini.

Di tahun 2014 Erigo mulai berani berkenalan dan juga bersaing dalam pasar apparel Indonesia dengan menghadirkan promo besar besaran, tidak banyak brand baru berani hadir dengan ide promosi diskon gila-gilaan seperti Erigo, selain mematok harga standar, Brand ini berani membuat promo “Buy 2 Get 5”, namun strategi promo inilah yang menghantarkan merek ini menjadi brand yang sangat dikenal Generasi Z dan Millenials dalam dunia fashion Indonesia saat ini.

Strategi marketing yang begitu unik kala itu, boleh dibilang sangat berani mengambil resiko begitu membuat perubahan pada Erigo, menggunakan fasilitas Instagram Ads dalam melancarkan publikasi promosi diskon besar-besarannya, melakukan SALE TOUR ke berbagai daerah di Indonesia, membuka pop up store, hingga mengikuti pameran di luar negeri demi untuk mengembangkan cakupan pasar.

Keberanian seperti ini begitu dapat menginspirasi sehingga beberapa brand lokal lain tidak ragu untuk meniru strategi promosi bisnsi ini dengan harapan meraup keberhasilan yang sama. Lalu mereka melebarkan sayap ke dunia e-commerce dengan membuka official website di tahun 2015. Pelanggand apat dengan mudah menemukan Official Shop yaitu akun resmi dari Erigo Store di Platform Shopee.

Brand Erigo adalah salah brand fashion asal Indonesia yang mengedepankan kualitas, dan hal ini membuat omzett-nya kian meningkat, dengan mereka juga tetap menjaga strategi pemasaran offline dan online yang begitu matang dan juga konsistensi Brand menjadikan mereka dapat meraup untung hingga puluhan Miliar Rupiah dalam waktu kurang dari 10 tahun dihitung dari awal bisnis ini berdiri. Hal ini membuktikan bahwa branding dan strategi komunikasi pemasaran begitu berpengaruh dalam perkembangannya hingga saat ini.

Rahasia Branding a la J.Co yang Kini Diadopsi Brand Sejenis

Branding merupakan salah satu aktivitas marketing yang mulai diperhitungkan pebisnis di Indonesia. Melalui branding, suatu produk diolah untuk bisa terlihat unik dibanding produk sejenis. Aktivitas ini jelas sangat diandalkan untuk membangun visibilitas produk. Untuk melakukan branding, terdapat berbagai macam strategi yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Salah satunya adalah strategi experimental marketing yang dilakukan oleh brand satu ini.

J.Co adalah salah satu brand donat dan kopi ternama di Asia Tenggara. Para penggemar donat dan kopi tanah air tentu tak asing dengan brand ini. Di awal kemunculannya di tahun 2005, J.Co sempat dikira brand asal luar negeri oleh masyarakat Indonesia. Padahal brand yang identik dengan warna orange ini dimiliki oleh Johnny Andrean, pengusaha asal Indonesia yang terkenal dengan bisnis salonnya.

Source : Foto adalah properti milik http://palmmall.my/file/images/JCO_001.JPG

J.Co memang bukan brand donat dan kopi pertama di Indonesia. Namun, ia memiliki konsep branding yang berbeda dari perusahaan sejenis. Ketika kompetitor membuat donat yang mengenyangkan, J.Co memposisikan produknya sebagai makanan ringan yang tidak terlalu mengenyangkan. Ukuran dan berat donat J.Co membuat masyarakat ingat bahwa donat yang ringan merupakan ciri khas J.Co. Branding pada produk J.Co juga dilakukan melalui penamaan produk yang unik. Contohnya: Tira Miss U untuk donat rasa tiramisu atau Avocado DiCaprio untuk donat rasa alpukat.

J.Co juga merupakan pelopor retail open kitchen pertama di Indonesia. Open kitchen merupakan konsep retail yang menunjukkan dapur secara terbuka kepada pengunjung. Dari konsep ini, pengunjung dapat melihat dengan jelas seperti apa kualitas bahan dan proses pembuatan produk J.Co. Pemilihan konsep ini bukan tanpa alasan. J.Co ingin memberikan kesan kepada pelanggan agar tidak perlu khawatir akan kualitas produknya. Hal ini menumbuhkan rasa percaya dan rasa aman pada pelanggan sehingga mereka tidak perlu menanyakan mengapa harga jual produk J.Co lebih tinggi dari harga pasar pada umumnya.

Selain itu, dalam membangun image sebagai brand yang disukai oleh semua orang, J.Co memiliki strategi distribusi yang unik. Ketika J.Co membuka retail di mall, ia akan meletakkan kassa di bagian terdepan retail sehingga antrian pelanggan terlihat jelas. Hal ini membuat pengunjung mall akan merasa penasaran terhadap J.Co, kemudian tertarik untuk mencoba produknya.

Rahasia branding J.Co di atas membuat masyarakat merasakan pengalaman berbeda ketika membeli donat. Ketika biasanya kita membeli donat hanya dengan proses memilih dan membayar, kini pelanggan juga bisa melihat secara langsung proses pembuatannya. Dari pengalaman yang tak biasa itulah terciptalah kesan bahwa J.Co merupakan brand asal luar negeri.

Menilik kesuksesan J.Co, banyak brand lain yang turut melakukan branding dalam aktivitas pemasaranya. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa rahasia branding merupakan tombak dari suksesnya aktivitas pemasaran suatu perusahaan atau jasa. Jadi, sudahkah Anda melakukan branding?

Waroeng Spesial Sambal Maksimalkan Pemasaran di Media Sosial Untuk Menarik Hati Millenials

Rumah makan yang sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa seantero pulau jawa, Waroeng Spesial Sambal atau kerap disebut WSS adalah rumah makan yang menghadirkan puluhan pilihan sajian sambal, lauk pauk, dan juga sayuran. WSS tergolong rumah makan yang ramah di kantong dengan rasa makanan yang begitu pedas dan nikmat. Dengan konsep menu sambal yang dibawanya saat ini WSS telah membuka 83 cabang rumah makan dan tersebar di 43 kota.

Yoyok Hery Wahyono pria berusia 44 tahun adalah pemilik 83 cabang WSS, memulai usaha di tahun 2002 dengan modal awal Rp 9.000.000 dan saat ini menerima omzet lebih dari Rp 3,6 Miliar per bulannya. Bagaimana mempertahankan dan mengembangkan usaha kuliner dengan kondisi pasar yang begitu berbeda dari tahun 2002 hingga tahun 2018 ?

source : Foto diambil oleh Stevin Carolius untuk Waroeng Spesial Sambal / http://waroengss.com/gallery/index

WSS hadir di beberapa media yang akrab digunakan oleh kalangan Millenials dan Generasi Z, website, dan media sosial untuk menarik target dari Millenials dan juga Generasi Z mengapa demikian ? Seiring dengan laju perkembangan dunia bisnis yang begitu masive, minat konsumen dan cara pemasaran juga ikut mengalami pergeseran. Tak bisa dipungkiri bahwa media sosial merupakan senjata paling ampuh dalam melakukan pemasaran di Era Digital ini. Buktinya, kini semakin banyak perusahaan yang memiliki akun di berbagai media sosial untuk menggaet pasarnya. Namun, membuka akun di media sosial saja tidaklah cukup untuk bisa mendapatkan hati calon konsumen. Diperlukan strategi untuk mengelola media sosial agar tidak menjadi akun untuk memamerkan produk semata.

Berikut adalah kiat-kiat pemasaran melalui media sosial yang juga dilakukan oleh WSS dalam seluruh akun media sosialnya:

  1. Gunakan visual yang menarik

Sebagian besar calon konsumen merupakan pengguna media sosial yang lahir di Era Millenials. Para millennials tersebut identik dengan ketertarikan akan keindahan visual. Sebelum mengunggah postingan di media sosial, pastikan Anda menyertakan visual berupa gambar atau video yang menarik. Dikatakan menarik apabila visual tersebut menggambarkan tulisan bahkan sebelum pembaca membaca tulisan dalam postingan tersebut. Selain itu, gunakan desain atau gaya fotografi yang sesuai dengan trend masa kini. Hal ini ditunjukan oleh WSS dalam setiap postingan instagram yang begitu komunikatif dan juga informatif.

  1. Mainkan emosi pengguna media sosial

Jenis tulisan yang digemari oleh pengguna media sosial adalah tulisan yang to the point dan terdapat ‘drama’ di dalamnya. Anda tidak perlu menuliskan terlalu banyak informasi pada postingan. Namun buatlah sedikit celah pada tulisan tersebut agar pengguna merasa penasaran dan akhirnya mereka menanyakan produk yang dijual kepada Anda. Gunakan juga kalimat persuasive atau kalimat tanya yang mendorong pengguna untuk berinteraksi dengan Anda di kolom komentar atau pesan pribadi. Hal hal yang membuat konsumen nyaman dan penasaran seperti penjelasan di atas juga dilakukan oleh WSS dalam menerapkan sebutan untuk para pelanggan, “Big Boss” akan sering terdengar dan terlihat ketika berkunjung ke WSS, tebak tebakan sambal dan juga menu sambal terfavorit juga dihadirkan dalam gimmick WSS.

  1. Manfaatkan fitur hashtag pada media sosial

Hashtag merupakan fitur pada media sosial yang berguna untuk mengkategorikan pesan. Contohnya ketika Anda membuat post mengenai bisnis kue kering, maka jangan lupa cantumkan #kuekering #jualkuekering dan sejenisnya pada akhir post. Dari hashtag tersebut, para pengguna media sosial dapat menemukan akun Anda dan mengetahui apa yang Anda pasarkan di media sosial tersebut. WSS mengunakan beberapa hashtag di setiap postingannya seperti sejumlah hashtag berikut ini #infopedas #layakcicip #cicipsambal #waroengspesialsambal

  1. Buatlah konten media sosial yang interaktif

Konten media sosial yang interaktif akan lebih diingat oleh pengguna media sosial. Konten yang penuh informasi terkesan menggurui dan bersifat komunikasi satu arah. Sementara, konten yang interaktif memiliki sifat dua arah. Ada berbagai cara melakukan komunikasi dua arah dengan konsumen tanpa melakukan chat pribadi dengan pengguna media sosial. Beberapa konten interaktif yang dapat dimanfaatkan untuk sarana pemasaran antara lain: giveaway, kuis, kupon, tips, atau kolom tanya jawab. WSS menggunakan beberapa konten informatif mengenai bahan bahan dalam olahan makanan di WSS, dan juga rekomendasi paduan menu makanan dengan minuman.