Mudahnya Berbagi Pandangan Kopi Lewat Stories Brandrian

Mudahnya Berbagi Pandangan Kopi Lewat Stories Brandrian

Nongkrong sambil stories dan update status telah menjadi gaya hidup warga net saat ini.

Menikmati secangkir kopi atau nyemil hapi sembari bersantai bersama teman maupun rekan kerja di Cafe dan Resto menjadi rutinitas yang kini merajalela.

Tua atau muda, pria atau wanita, menggemari minuman kopi berwarna hitam pekat Kopikopian Itu. Yes, Tren penikmat kopi yang nongkrongnya semakin bergerombol.

Minuman sudah menjadi ladang bisnis era kini, sehingga bisnis Cafe dan Resto Kopikopian pun jadi mewabah di mana-mana. Tidak kurang dari seratus meter sudah dapat Anda jumpai penjual kopi penuh cerita dan merek sensasional.

Ngomongin warga net yang dapat mengunggah stories kopi dan nongkrongnya, tempat ngopi kini dijadikan untuk berekspresi dan bereksplorasi.

Akhir-akhir ini misalnya, IG Stories menjadi salah satu medium yang paling diminati untuk berbagi ide dan gagasan, khususnya di kalangan muda urban sambil menikmati secangkir kopi.

Dengan format durasi 24 jam, IG stories perlahan tapi pasti menjadi sumber penting untuk menghibur mata netijen untuk melihat berbagai aktifitas siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Bagaimana mengukur kesuksesan digital marketing yang dilakukan? Brandrian akan berbagi pengetahuan menarik seputar digital marketing untuk startup, channel digital marketing yang tepat, dan juga strategi digital marketing untuk bisnis kamu.

Bukan hanya stories, dengan adanya fitur IGTV, kita dapat berbagi dan mencari berbagai video dengan durasi lebih dari 1 menit yang di upload oleh team Start Friday untuk menayangkan kontennya.

Brandrian selaku consultant Start friday menawarkan solusi berbasis teknologi media online, digital marketing, dan campaign untuk kebutuhan pengembangan usaha dan organisasi. “Disini kita mengembangkan website dinamis dan modern unik berdasarkan karakter elemen masing-masing industri, organisasi, dan bisnis kamu,” ujar Rian.

Rian mengkombinasikan mulai dari pewarnaan tema, bentuk dan pola, layout dan huruf, hingga komposisi teks/konten, tata dan gaya bahasa, aplikasi dan penyesuaian kebiasaan pengguna/pelanggan, yang keseluruhannya dirancang untuk melebihi ekspektasi pelanggan kamu.

Dengan adanya fitur IGTV kita dapat melihat berabagai video dengan posisi vertikal. Kontennya yang beragam, mulai dari yang isinya bercanda hingga super serius, turut membuat stories dan  ini semakin populer, bahkan untuk konten viral.

Rahasia Branding a la J.Co yang Kini Diadopsi Brand Sejenis

Branding merupakan salah satu aktivitas marketing yang mulai diperhitungkan pebisnis di Indonesia. Melalui branding, suatu produk diolah untuk bisa terlihat unik dibanding produk sejenis. Aktivitas ini jelas sangat diandalkan untuk membangun visibilitas produk. Untuk melakukan branding, terdapat berbagai macam strategi yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Salah satunya adalah strategi experimental marketing yang dilakukan oleh brand satu ini.

J.Co adalah salah satu brand donat dan kopi ternama di Asia Tenggara. Para penggemar donat dan kopi tanah air tentu tak asing dengan brand ini. Di awal kemunculannya di tahun 2005, J.Co sempat dikira brand asal luar negeri oleh masyarakat Indonesia. Padahal brand yang identik dengan warna orange ini dimiliki oleh Johnny Andrean, pengusaha asal Indonesia yang terkenal dengan bisnis salonnya.

Source : Foto adalah properti milik http://palmmall.my/file/images/JCO_001.JPG

J.Co memang bukan brand donat dan kopi pertama di Indonesia. Namun, ia memiliki konsep branding yang berbeda dari perusahaan sejenis. Ketika kompetitor membuat donat yang mengenyangkan, J.Co memposisikan produknya sebagai makanan ringan yang tidak terlalu mengenyangkan. Ukuran dan berat donat J.Co membuat masyarakat ingat bahwa donat yang ringan merupakan ciri khas J.Co. Branding pada produk J.Co juga dilakukan melalui penamaan produk yang unik. Contohnya: Tira Miss U untuk donat rasa tiramisu atau Avocado DiCaprio untuk donat rasa alpukat.

J.Co juga merupakan pelopor retail open kitchen pertama di Indonesia. Open kitchen merupakan konsep retail yang menunjukkan dapur secara terbuka kepada pengunjung. Dari konsep ini, pengunjung dapat melihat dengan jelas seperti apa kualitas bahan dan proses pembuatan produk J.Co. Pemilihan konsep ini bukan tanpa alasan. J.Co ingin memberikan kesan kepada pelanggan agar tidak perlu khawatir akan kualitas produknya. Hal ini menumbuhkan rasa percaya dan rasa aman pada pelanggan sehingga mereka tidak perlu menanyakan mengapa harga jual produk J.Co lebih tinggi dari harga pasar pada umumnya.

Selain itu, dalam membangun image sebagai brand yang disukai oleh semua orang, J.Co memiliki strategi distribusi yang unik. Ketika J.Co membuka retail di mall, ia akan meletakkan kassa di bagian terdepan retail sehingga antrian pelanggan terlihat jelas. Hal ini membuat pengunjung mall akan merasa penasaran terhadap J.Co, kemudian tertarik untuk mencoba produknya.

Rahasia branding J.Co di atas membuat masyarakat merasakan pengalaman berbeda ketika membeli donat. Ketika biasanya kita membeli donat hanya dengan proses memilih dan membayar, kini pelanggan juga bisa melihat secara langsung proses pembuatannya. Dari pengalaman yang tak biasa itulah terciptalah kesan bahwa J.Co merupakan brand asal luar negeri.

Menilik kesuksesan J.Co, banyak brand lain yang turut melakukan branding dalam aktivitas pemasaranya. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa rahasia branding merupakan tombak dari suksesnya aktivitas pemasaran suatu perusahaan atau jasa. Jadi, sudahkah Anda melakukan branding?